Sabtu, 05 Juli 2014

Seperti Lilin


Lilin
Semua tahu apa itu lilin, semua pernah melihat lilin. Lilin yang mati dan lilin yang dihidupkan dengan api.
Lilin yang terbakar akan menerangi setiap kegelapan yang ada.
Ketika listrik padam ?? tentu sesuatu yang terpikirkan adalah menghidupkan lilin.
Namun sayang lilin yang terbakan oleh api perlahan - lahan akan meleleh dan habis.
Pengorbanan sebatang lilin yang rela habis demi menerangi dikegelapan.
Seperti seorang Ibu :)
Ibu kita berjuang membantu mencari nafkah, mendidik anak - anaknya supaya mereka dapat tumbuh menjadi orang yang berguna di dunia.
Seperti lilin, ibu kita berjuang mulai dari ibu kita mengetahui keberadaan kita dalam perutnya. Ibu kita selalu menggendong kita selama 9 bulan 10 hari sebelum kita dilahirkan di dunia ini.
Ibu kita yang rela mempertaruhkan nyawanya demi melahirhan kita , demi melihat kita di dunia dengan bahagia, sesakit apapun ibu kita melahirkan kita tapi ibu akan tersenyum setelah mendengar tangisan pertama kali kita.
Dengan penuh cinta penuh kasih sayang dan penuh kesabaran, ibu selalu merawat putra putri nya dengan baik, apapun yang terjadi pada kita ibu selalu ada untuk kita.
Sampai sekarang sampai kita dewasa, ibu selalu ingin melihat anaknya bahagia, mendapat pendidikan yang baik apapun itu caranya.
Mungkin hanya sedikit yang tahu bagaimana ibu kita bisa membiayai pendidikan kita sampai saat ini.
Sedikit yang aku ketahui, ibu rela berhutang di mana - mana untuk mencukupi kebutuuhan sehari - hari dan untuk membayar pendidikan kita. Jika ibu kita hanya sebagai ibu rumah tangga, apakah ibu kita bisa membayar semua hutang yang telah dipinjam ?
Karena ibu tahu, karena ibu ingin kita menjadi orang yang sukses lebih dari ibu kita, dan kita dapat hidup lebih layak dibanding ibu kita sekarang.
Perjuangan sorang ibu akan hilang ketka mereka telah merasa lelah dan merasa mereka sudah tak sanggup untuk berbuat sesuatu. Ibu hanya mengharapkan kita untuk selalu ada di sampingnya, bukan mengharap kembali uang yang kita terima dari kesuksesan kita. Ibu hanya butuh perhatian dan pengertian kita. Ibu akan selalu bahagia jika kita selalu ada untuknya, seperti kita dulu, ibu selalu ada untuk kita.
Pengorbanan dan penderitaan ibu akan berakhir ketika ibu menghembuskan nafas terakhirnya.
Yaa seperti lilin, akan mati jika terus terbakar api dan hingga pendek dan akhirnya habis.
Untuk kalian yang masih memiliki ibu, sayangilah beliau hormatilah beliau.
dan untuk kalian yang sudah di tinggalakan oleh sang ibu, doakan beliau agar ditempatkan di tempat paling indah. :)
I Love You Ibu :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar